Pantai Sanur Bali: Tujuan Wisata Tertua di Bali

Pantai Sanur Bali sudah menjadi ikon pariwisata Bali sebagaimana Pantai Kuta. Pantai ini terutama dikenal lantaran pemandangan sunrise atau matahari terbitnya. Walaupun terletak di bagian barat daya Pulau Bali, namun pantai ini terletak di sisi tenggara dari bagian itu, langsung berhadapan dengan Selat Badung dan Nusa Lembongan, Nusa Penida dan Nusa Ceningan.

Sumber di sini.

Jika kita berbicara tentang Pantai Sanur Bali, sebenarnya kita sedang berbicara tentang pantai-pantai yang terdapat di bagian tersebut. Misalnya, ada Pantai Sindhu, Pantai Matahari Terbit, Pantai Semawang, Pantai Padang Galak dan Pantai Mertasari. Semua pantai ini dihubungkan oleh Jalan Pantai Sanur. Jalan berpaving ini menyusur garis pantai sepanjang sekitar 5 kilometer, dari Jalan Hangtuah di utara hingga Pantai Mertasari di selatan.

Pantai Sanur Bali adalah resort atau tempat peristirahatan tertua dan merupakan desa tradisional terbesar di Pulau Dewata. Selain itu, pantai ini juga sarat dengan sejarah. Ketika Belanda menyerbu pada 1906, pasukannya mendarat di bagian utara pantai ini. Selama Perang Dunia II, pasukan Jepang memasuki Pulau Seribu Pura melalui pantai ini.

Walaupun terdapat banyak hotel, vila dan restoran, namun lingkungan di sekitar Pantai Sanur Bali terkesan sepi dan damai. Oleh karena itu turis asing yang sering kemari adalah turis yang berusia separuh baya, terutama yang datang dari Eropa. Secara umum, harga-harga di sini lebih mahal daripada Kuta namun lebih murah daripada di Seminyak.

Wilayah Desa dan Pantai Sanur Bali terletak di antara garis pantai dan Jalan By Pass Ngurah Rai. Di tengah-tengah, terdapat Jalan Danau Tamblingan yang membentang dari utara ke selatan dan dapat menjadi acuan bagi turis agar tidak tersesat.

Jalan Pantai Sanur yang menyusur garis pantai sering menjadi tempat untuk jogging atau bersepeda. Daya tarik lain dari Pantai Sanur Bali adalah pasar seni yang terletak di ujung utara Jalan Pungutan dan beachfront Art Market di ujung Jalan Hangtuah. Selain itu, masih ada Museum Lukisan La Mayeur, Prasasti Blanjong, dan tentu saja pasir pantai yang halus dan bersih.

Karena dekat dengan Denpasar, pada hari Sabtu dan Minggu biasanya penduduk Denpasar berwisata ke Pantai Sanur Bali.

Pantai Sanur Bali: Tempat-tempat Menarik

Pantai Sanur Bali terutama dikenal berkat pantainya yang berpasir putih dan pemandangan sunrise (matahari terbit). Jika air laut Selat Badung sedang surut, pantai itu tampak lebih luas dan memikat. Tapi Sanur juga memiliki daya tarik wisata lain, baik yang bersifat budaya dan sejarah maupun daya tarik yang bersifat lebih modern.

Pantai Sanur Bali: Festival Layang-layang Padang Galak

Salah satu daya tarik di Pantai Sanur Bali adalah festival layang-layang tahunan di Padang Galak. Padang Galak terletak di bagian utara kawasan Sanur, tepatnya di sebelah timur Jalan By Pass Ngurah Rai. Festival ini dilaksanakan setiap bulan Juli. Berbagai layang-layang raksasa, yang panjangnya bisa mencapai 10 meter, membuat semarak langit di atas pantai ini.
Sumber di sini.

Berbagai desa adat di Bali mengikuti festival layang-layang yang unik di Pantai Sanur Bali. Festival ini berasal dari tradisi masyrakat setempat yang ingin mengirim pesan kepada para dewa Hindu di langit agar menganugerahkan tanaman yang subur dan panen yang melimpah. Selain pada bulan Juli, layang-layang juga dapat disaksikan pada bulan Juni dan Agustus walaupun tidak dalam rangka festival.


Pantai Sanur Bali: Museum La Mayeur

La Mayeur Museum atau Musium La Mayeur merupakan bekas rumah kediaman pangeran dan pelukis impresionis Belgia, Adrian Jean La Mayeur.
Sumber di sini.

Untuk mencapai Museum La Mayeur, kita menyusur Jalan Hangtuah lalu berbelok kanan (ke arah pantai). Selanjutnya, kita mengikuti jalan berpaving yang menyusur garis pantai di Pantai Sanur Bali. Pintu masuk ke Museum La Mayeur dapat dilihat di sisi kanan jalan berpaving ini.

La Mayeur tiba di Pulau Dewata pada 1932 dan segera jatuh cinta kepada Pulau Seribu Pura. Dia terlibat dalam berbagai kegiatan budaya di Pantai Sanur Bali dan menikahi Ni Polok, seorang penari Legong terkenal. Dia meninggal pada 1958. Untuk menghormatinya, rumah kediamannya dinyatakan menjadi museum seni rupa. Harga tiket masuk: Rp 10.000,-.

Pantai Sanur Bali: Mangrove Information Centre (MIC)

Sumber di sini.
Pusat pelestarian mangrove ini buka mulai jam 8 pagi hingga jam 4 petang. Lembaga ini melestarikan 600 hektar hutan mangrove (bakau) di bagian tenggara kawasan Sanur. Terdapat dua jalan berpapan untuk menikmati hutan mangrove ini.

Lembaga ini sangat gigih dalam memberikan pembelajaran tentang manfaat dan pelestarian hutan mangrove di sekitar Pantai Sanur Bali bagi siswa sekolah maupun pengunjung. Hutan mangrove ini sendiri sangat cocok sebagai tempat wisata alam bagi anak-anak maupun orang dewasa. Pemandangan pesisir masih asri karena hutan mangrove ini sangat lebat dan terjaga. Harga tiket masuk Rp 50.000,- dan biaya parkir Rp 50.000,-.

Pantai Sanur Bali: Pura Blanjong

Pura Blanjong terletak di Jalan Danau Poso, Blanjong, bagian selatan kawasan Sanur. Pura ini paling penting karena di sini terdapat prasasti Blanjong. Prasasti ini bercerita tentang seorang raja dari Pulau Jawa yang datang ke Bali pada abad ke-10 dan mendirikan kerajaan pertama di Pulau Bali.

Sumber di sini.


Pantai Sanur Bali: Pulau Serangan

Pulau Serangan terletak sekitar tiga kilometer di selatan kawasan Sanur yang dapat dicapai melalui Jalan By Pass Ngurah Rai. Dulu, pulau ini dipisahkan oleh selat sempit dari daratan utama sehingga orang yang hendak bersembahyang di Pura Sakenan di pulau ini harus naik sampan. Kini, Pulau Serangan dihubungkan dengan daratan utama oleh sebuah jembatan.

Pura Sakenan jaman dulu. Sumber di sini.
Pura Sakenan. Sumber di sini.

Di pulau ini terdapat Pusat Pelestarian dan Pendidikan Penyu di mana pengunjung dapat mempelajari tentang berbagai upaya pelestarian penyu. Pulau Serangan sendiri dulu, sebelum perdagangan penyu dilarang, merupakan pusat perdagangan penyu yang sangat penting untuk membuat banten (sesaji) dalam upacara agama Hindu di Bali.

Selain tempat-tempat menarik di Pantai Sanur Bali di atas, tentu masih banyak tempat-tempat menarik lain yang dapat dikunjungi di pantai ini.

Pantai Kute Bali: Pantai Kuta!

Pantai Kute Bali atau Pantai Kuta Bali? Sebenarnya pantai yang dirujuk oleh kedua nama ini sama. Hanya saja, mungkin orang terlalu sering menggunakan nama pantai ini dalam bentuk ucapan, bukan dalam bentuk tulisan. Jika diucapkan, maka “Kuta” akan terdengar seperti “Kute”. Jika dalam ucapan, tidak masalah. Tapi dalam tulisan, maka yang benar adalah “Kuta”.

Sumber di sini.

Apapun yang Anda maksudkan, Pantai Kute Bali memang paling terkenal di antara pantai-pantai yang lain di Bali. Bahkan, pantai ini menjadi semacam “standar”. Keindahan pantai-pantai lain sering diukur dengan cara membandingkannya dengan pantai ini. Bagaimana sunset-nya? Bagaimana pasirnya? Bagaimana keramaiannya? Bagaimana ombaknya? Apakah sama dengan pantai ini?

Pantai Kute Bali memang menyajikan daya tarik yang luar biasa, terutama hamparan pasir putih dan pemandangan sunset atau matahari terbenamnya. Sebenarnya, warna pasir di sini “relatif”. Maksudnya, jika Anda melihatnya pada siang hari, warnanya akan tampak putih-bersih. Namun, selepas tengah hari, cahaya matahari akan “mengubah” warna pasir tersebut menjadi cenderung coklat muda.

Menjelang matahari terbenam, warna pasir, air laut dan langit di arah barat hampir-hampir tidak bisa dibedakan di Pantai Kute Bali ini. Semuanya berwarna oranye, atau merah, atau kadang-kadang juga kuning membara. Sungguh obyek yang tepat untuk difoto. Tidak heran jika pantai ini selalu penuh pengunjung sepanjang tahun, baik dengan wisatawan asing maupun domestik.

Jika matahari telah tenggelam dan malam telah datang, Pantai Kute Bali masih memiliki pesona lain. Tepat di belakang dinding yang memisahkan pantai ini dari jalan utama, berbarislah tempat-tempat hiburan malam, bar, kafe, hotel, toko dan sebagainya yang mengundang perhatian banyak orang. Sebagian besar pengunjungnya adalah wisatawan mancanegara, terutama dari Australia.

Sumber dari sini.

Tapi, ada yang tidak menyenangkan dari Pantai Kute Bali, yaitu kebersihan. Banyak pengunjung, terutama wisatawan domestik, yang sembarangan saja membuang sampah di pantai ini. Dan, berbagai restoran, restoran dan hotel pun sering membuang sampah di area pantai ini, yang menimbulkan kerusakan bukan hanya pada pemandangan namun juga pada ekosistem alami

Pantai Kuta Bali: Pantai Paling Termasyhur

Pantai Kuta Bali adalah tempat paling terkenal di Pulau Dewata yang menarik ribuan pengunjung setiap tahunnya. Pantai ini memang indah, dengan hamparan pasir putih yang sangat luas dan ombak laut yang tenang. Yang tidak boleh dilupakan dari pantai ini adalah pemandangan sunset atau matahari terbenam yang luar biasa.

Sumber dari sini.
Sunset di Pantai Kuta Bali sangat istimewa. Detik-detik menjelang terbenamnya sang surya, langit di arah barat akan tampak seperti berwarna oranye, atau kadang-kadang merah membara. Cahaya matahari terbenam mengubah air laut yang tampak biru itu menjadi berwarna merah, seperti air sup yang berwarna kuning atau merah di dalam mangkuk raksasa. Sungguh puitis.

Sumber dari sini.

Pantai Kuta Bali akan mempesona Anda jika Anda bisa berkosentrasi pada keindahan alamnya saja dan tidak memperhatikan kepadatan pengunjung. Karena alamnya sangat mempesona, tidak heran jika pantai ini dipadati turis dari dalam negeri maupun luar negeri. Anda harus “tahan iman” kalau berkunjung ke pantai ini pada siang hari. Apa sebab?

Di Pantai Kuta Bali ini, banyak turis yang berjemur. Turis wanita biasanya tidak mengenakan bra dan mereka enjoy saja telentang di atas pasir. Tentu tidak semua turis berjemur. Ada juga yang tiduran di bawah teduhan payung besar sambil menikmati bir Bintang. Ada juga yang asyik berselancar karena ombak di sini memang cocok untuk surfing.

Jika ingin berkunjung ke Pantai Kuta Bali, sebaiknya bukan pada saat liburan sekolah. Karena, pantai ini akan sangat sesak oleh pengunjung. Waktu yang tepat adalah selama low season karena tidak banyak pengunjung di sini. Sehingga kita bisa menikmati keindahan pasir putih dan sunset-nya dengan lebih lega.

Pantai Kuta Bali ini dipisahkan dengan ruas jalan utama oleh sebuah dinding yang sangat panjang. Di seberang jalan, berbaris berbagai tempat hiburan, toko dan hotel-hotel besar. Dulu, tidak dipungut biaya jika Anda parkir di pinggir jalan. Kini, ada petugas parkir yang khusus mengurusi perparkiran.

Jika ingin menikmati keindahan Pantai Kuta Bali seutuhnya, kuncinya satu: datanglah pada saat pantai ini tidak ramai.

Pantai Dreamland Bali: Mimpi Tak Jadi

Pantai Dreamland Bali pernah menjadi surga bagi para pecinta pantai dan peselancar. Namun, keserakahan seorang Tommy Soeharto menghancurkan pesonanya. Parahnya lagi, dia tidak konsisten membangun pantai ini agar benar-benar menjadi pantai yang layak dikunjungi. Kalau saja dia tidak mengganggu alam di sini, pasti banyak wisatawan yang berdatangan kemari.

Sumber: Bee
Anak mantan presiden Indonesia itu membangun sebuah resort wisata bernama Pecatu Graha di Pantai Dreamland Bali. Semua warung tradisional disingkirkan dari pantai, padahal warung-warung itu merupakan salah satu daya tarik tersendiri yang dimiliki pantai berpasir putih ini. Yang tersisa kini hanya pasir yang putih dan ombak yang menantang para peselancar.

Sumber: Bee

Dulu, untuk menikmati Pantai Dreamland Bali ini pengunjung harus menuruni jalur tangga yang sempit. Saat pulang pun pengunjung hanya bisa melewati jalur tangga ini. Jadi kunjungan ke pantai ini sekaligus bisa menjadi semacam “olahraga”. Tapi petualangan semacam itu kini tinggal nostalgia. Beruntunglah Bee yang pernah mengalami dan mendokumentasikannya.

Sumber: Bee

Investor yang kini mengelola Pantai Dreamland Bali telah mengubah namanya menjadi New Kuta Beach. Jelas, karena ingin memanfaatkan citra Pantai Kuta yang telah lebih dulu populer. Dan investor tersebut merusak pemandangan pantai ini dengan membangun condotel dan padang golf! Parahnya lagi, satu-satunya jalan masuk ke pantai hanya KLAPA resort dengan biaya parkir Rp 15.000,-.

Dulu, biaya parkir di Pantai Dreamland Bali ini hanya Rp 5.000,- dan itu pun masuk ke dalam kas desa setempat. Lagipula, pantai ini kini juga sudah sangat padat oleh pengunjung. Para peselancar mengingat pantai ini sebagai pantai yang terlantar namun alami. Kini setiap musim liburan pasti dipenuhi bus-bus besar dari mana-mana.

Tapi Pantai Dreamland Bali memang sungguh menggoda walaupun sebagian besar telah rusak. Tidak heran jika pantai ini dipilih menjadi tempat shooting film atau sesi pemotretan. Walaupun kini bukan lagi sebuah pantai yang seolah-olah hanya ada dalam mimpi, paling tidak Anda harus berkunjung satu kali saja ke sini untuk menikmati dan mensyukuri keindahannya.

Pantai di Bali: Pantai Nyang Nyang yang Ekstrem

Pantai di Bali bukan cuma Kuta, Legian dan Sanur walaupun harus diakui bahwa pantai-pantai inilah yang menjadi ikon utama pariwisata Pulau Dewata. Kalau mau didaftar secara rigid, ada lebih dari selusin pantai yang menawarkan daya tarik masing-masing dan sangat layak untuk dikunjungi. Sayang sekali bila hingga kini belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan pantai-pantai tersebut.

Salah satu pantai di Bali yang belum banyak dijamah turis adalah Pantai Nyang Nyang. Pantai ini terletak di pesisir selatan Pulau Dewata, tepatnya di Desa Pecatu, sekitar tiga kilometer dari Pura Uluwatu. Pantai Nyang Nyang adalah pantai yang “ekstrem”. Bayangkan: hamparan pasir putih yang memikat itu terletak di dasar tebing setinggi sekitar 100-an meter.

Dari ketinggian 100an meter. Foto diambil dari sini.
Parahnya lagi, untuk mencapai pantai di Bali ini, satu-satunya jalan adalah tangga yang diukir pada tebing karang itu. Jika Anda takut ketinggian, mungkin pantai ini bisa menjadi salah satu terapi yang bagus. Walaupun terlihat “mengerikan”, namun setiba di bawah sana kita akan merasakan pengalaman yang langka.

Karena lokasinya yang ekstrem itu, tidak banyak turis yang berkunjung ke pantai di Bali ini. Jadi, pantai ini masih sangat sepi. Cocok jika Anda ingin menghabiskan liburan dalam lingkungan alam yang masih asri dan terjaga. Anda bisa membaca buku di sini dengan tenang sambil menggelar tikar kecil di atas pasir putih yang lembut.

Pantai di Bali ini langsung berhadapan dengan Samudera Indonesia (yang oleh masyarakat dunia dinamakan Samudera Hindia/Indian Ocean) tanpa penghalang apapun. Ombaknya besar sehingga pantai ini sebenarnya cocok untuk menjadi salah satu favorit para peselancar (surfer). Tapi, walaupun di jalan masuk (yang terletak di atas tebing) ada papan nama yang menyatakan bahwa pantai di Bali ini adalah “surfing beach”, jarang sekali atau bahkan tidak ada peselancar yang bermain di sini.

Usut punya usut, ternyata sebabnya adalah karakteristik pasang surut. Sekitar jam 5 sampai 6 pagi, ombak surut, tapi ombak dengan cepat menjadi pasang lagi mulai jam 11 siang hingga setinggi 6 meter.

Pantai Nyang Nyang memang ekstrem dan sepi. Jika Anda senang bertualang, pantai ini layak menjadi salah satu “sasaran” Anda berikutnya. Jangan lupa membawa bekal secukupnya, seperti air mineral dan makanan ringan karena sama sekali tidak ada warung.

Dan bersiaplah untuk berolahraga lagi ketika hendak pulang dari pantai di Bali ini karena Anda harus mendaki tangga batu – satu-satunya jalur keluar-masuk!

Pantai Bali: Impossible Beach, Pantai Mustahil


Pantai Bali menawarkan pesona pemandangan alam yang memikat banyak wisatawan domestik maupun mancanegara. Sehingga, pariwisata di Pulau Seribu Pura ini tidak pernah sepi sejak mengalami booming pertama kali pada dekade 1980-an. Bahkan, setelah terjadi tragedi Bali 2002 dan 2005, wisatawan terus saja berdatangan ke pulau yang berbentuk seperti burung puyuh ini.

Pantai Bali yang paling terkenal adalah Kuta. Bagi wisatawan mancanegara, pantai ini sinonim dengan pasir putih yang lembut, sinar matahari yang hangat, dan ombak yang cocok untuk berselancar (surfing). Namun, seiring perkembangan industri pariwisata, pantai-pantai lain pun menjadi turut dikenal dunia. Sebut saja Sanur, Seminyak, Canggu, Petitenget, dan Lovina.

Bahkan, dalam lima tahun terakhir ini, wisatawan mancanegara pun mulai mengenal semakin banyak pantai Bali. Lokasi-lokasi baru ini terletak di daerah Uluwatu, di bagian selatan pulau yang dikenal dengan nama The Bukit Peninsula (Semenanjung Bukit) oleh wisatawan mancanegara. Nama-namanya sangat khas Bali, yaitu Balangan, Dreamland, Suluban, Bingin, Padang-padang dan Nyang Nyang.

Namun, ada juga satu pantai Bali yang diberi nama menggunakan bahasa Inggris, yaitu Impossible Beach. Warga yang tinggal dekat dengan pantai ini tidak memberi nama untuk pantai tersebut, jadi kalangan surfer atau peselancar yang memberinya nama. Secara harfiah, Impossible Beach artinya “Pantai Mustahil” atau “Pantai Tidak Mungkin”. Cukup aneh untuk telinga orang Indonesia, ya?

Sumber: Balisurfadvisor.com
Namun, sebenarnya ungkapan “impossible” digunakan untuk merujuk pada sesuatu yang sulit dan menantang. Pantai Bali ini memang menyajikan tantangan yang luar biasa berat bagi para peselancar. Hanya peselancar tingkat lanjut saja yang dianjurkan untuk mencoba menaklukkan ombaknya yang besar. Para pemula dipersilakan menonton saja dari kejauhan.

Selain itu, pantai Bali ini dinamakan Impossible Beach karena jalan masuk ke pantai ini pun sulit: terletak tepat di dasar tebing karang yang sangat tinggi. Tapi itu dulu. Kini wisatawan lebih mudah mencapai pantai ini. Jalan masuknya sudah tidak “mustahil” lagi walaupun ombaknya tetap menantang para surfer kelas wahid.

Pasir di pantai Bali ini agak berbeda dari pasir di Kuta karena sebenarnya lebih mirip serpihan-serpihan karang yang halus. Anda tidak perlu khawatir kaki Anda lecet ketika berjalan telanjang kaki di sini saking halusnya pasir tersebut. Jika sudah menginjakkan kaki di sini, silakan menikmati pemandangan para peselancar yang sedang bertarung melawan ombak Samudera India/Indonesia yang bergulung-gulung tiada henti.

Pantai Bali ini dipisahkan dari pantai-pantai tetangganya oleh tebing karang yang terjal dan tidak bisa dilalui. Jika Anda tertarik dengan petualangan dan mengunjungi tempat indah yang relatif masih tersembunyi, Anda harus mencoba berkunjung ke Impossible Beach ini.

Pantai Mustahil atau Impossible Beach secara resmi merupakan bagian dari Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Tempat wisata must-visit yang sudah lebih dulu populer di dekat pantai Bali ini adalah Pura Uluwatu, pura unik yang bertengger di pucuk semenanjung Uluwatu.

Gambar Pantai Bali: Tidak Semua Berpasir Putih!

Gambar pantai Bali berikut ini tentu membuat Anda terpesona karena pasir putihnya yang tampak lembut. Namun, tahukah Anda bahwa tidak semua pantai di Pulau Dewata memiliki pasir putih seperti Pantai Kuta? Sebagian besar pantai dengan pasir putih hanya dapat dijumpai di pesisir barat daya, selatan dan tenggara pulau.

Sumber: World Tour
Namun, jika Anda mengunjungi pesisir timur Pulau Bali, maka Anda akan menyaksikan pantai-pantai yang pasirnya cenderung berwarna coklat atau cenderung kehitaman. Di sisi pesisir bagian barat pun, yang lebih dekat dengan Kuta, sebenarnya kita bisa melihat pantai yang karakteristik pasirnya berbeda. Salah satunya adalah Pantai Canggu. Dalam gambar pantai Bali berikut ini, terlihat pasir yang berwarna cenderung gelap.

Sumber: Home Away
Pasir berwarna gelap yang Anda lihat di dalam gambar pantai Bali di atas adalah hasil dari letusan gunung berapi, yaitu Gunung Batur dan Gunung Agung yang terletak hampir di tengah-tengah pulau. Di pesisir bagian timur, karakteristik pasirnya pun hampir mirip, hanya saja warnanya coklat tua. Pasalnya, pantai-pantai di daerah ini dihujani material vulkani ketika Gunung Agung meletus.

Sumber: Bel's Nook
Dalam gambar pantai Bali berikut ini, yaitu pantai Lovina di pesisir utara, kita juga melihat pasir yang berwarna cenderung gelap. Mungkin karena warna yang terkesan “berat” itulah maka pantai-pantai berpasir hitam di Bali tidak seramai pantai-pantai berpasir putih. Namun, tentu saja warna pasir itu bukan satu-satunya sebab.

Sumber: Camino10
Tentu saja pantai-pantai berpasir gelap tersebut tidak betul-betul sepi. Bahkan, pantai-pantai tersebut selalu ramai dikunjungi karena memiliki keunikan tersendiri. Pantai Lovina, misalnya, hanya menjadi menarik bagi turis luar negeri dan domestik pada pagi hari, tepatnya antara sekitar jam 8 sampai jam 10. Mengapa? Coba lihat gambar pantai Bali berikut ini.

Sumber: Denpasar Cultures
Dari gambar pantai Bali di atas, kita tahu bahwa di pantai Lovina terdapat atraksi menonton lumba-lumba langsung di habitat asli mamalia laut tersebut. Kita dapat menyaksikan ikan-ikan lucu dan cerdas itu berloncatan dari dalam air dan mendekati perahu yang kita tumpangi. Atraksi menyenangkan itu hanya berlangsung dari jam 8 hingga 10 pagi.

Jadi, jika Anda hendak berlibur ke Bali, Anda dapat menyaksikan pantai-pantai yang juga menarik selain Kuta!